Kalau di Medsos itu, Apa Yang Anda Pikirkan? kalau di sini isinya apa yang ada di otakku :D
Selasa, 13 Juli 2010
40 Juta Hektare Hutan Indonesia Kritis
JAKARTA - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan menyatakan sekira 21 persen hutan Indonesia atau sekira 40 juta hektar masuk dalam kategori kritis.
Sementara itu, kawasan hutan primer yang masih baik keadaannya, sekira 43 juta hektar atau sebesar 24 persen. Jumlah hutan sendiri saat ini mencapai 70 persen wilayah Indonesia atau sekira 180 hektar.
"Yang 45 juta hektar atau sekitar 25 persen, kondisinya separuh bagus separuh jelek. Nah yang 40 juta hektar atau sekitar 21 persen adalah kawasan hutan yang sudah tidak ada hutannya lagi atau hutan kritis. Ini yang habis dijarah bekas HPH (Hak Penguasaan Hutan), habis sudah rusak tidak ada hutannya lagi," ujar Zulkifli seusai Rapat Koordinasi tentang Tata Ruang, di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Dia menegaskan bahwa hutan primer yang tersisa tersebut tidak bisa diganggu, karena untuk kawasan konservasi dan lindung. Sementara untuk konversi, akan dialokasikan pada hutan-hutan yang telah rusak tersebut walaupun tidak seluruhnya.
"Yang primer tak bisa lagi diganggu. Itu termasuk hutan konservasi, lindung. Hutan lindung juga tidak bisa karena untuk serapan air. Kalau mau hutan yang sudah tidak ada pohonnya itu yang dipakai untuk lahan pangan. Tapi itu belum tentu semua," tandasnya.(hri)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2010/02/16/337/304165/337/40-juta-hektare-hutan-indonesia-kritis
Setahun 1,1 Juta Hektare Hutan di Indonesia Rusak
BALIKPAPAN - Setiap tahunnya hutan di Indonesia mengalami kerusakan seluas 1,1 juta hektare. Sementara kemampuan untuk mengembalikan lahan rusak dengan menanam pohon hanya sebesar 0,5 juta hektare.
“Kerusakan hutan dan perubahan fungsi lahan, menyumbang kontribusi yang besar dalam produksi emisi karbon sebesar 14 persen,” ungkap Menteri Lingkungan hidup Gusti Muhammad Hatta di Balikpapan saat penutupan Rakor Lingkungan Hidup regional Kaltim 2010 di Balikpapan, Jumat (26/3/2010).
Karena itu, mulai 2010 hingga 2023 Indonesia, kata Gusti, akan menurunkan emisi gas karbon sebesar 26 persen. Langkah pengurangan gas karbon itu salah satunya dengan pencanangan penanaman pohon 1 miliar dilahan-lahan kritis.
Saat ini, menurut Gusti, Kementerian Kehutanan bersama kepolisian dan kejaksaan tengah melakukan inventarisasi lahan kehutanan terutama pemanfaatan lahan-lahan yang tidak sesuai aturan.
Di Kementerian Lingkungan Hidup untuk kasus pertambangan, Gusti M Hatta menegaskan, pengusaha wajib melakukan reklamasi pascapenambangan. Jika tidak, akan diajukan ke meja hijau baik perdata maupun pidana.
“Di Kalimtan Selatan ada tujuh pertambangan yang kita gugat secara perdata. Hasilnya, mereka diwajibkan oleh pengadilan untuk melakukan reklamasi. Itu biayanya besar sekali. Nah cara ini saya tempuh sebagai pembinaan dulu kepada mereka yang nakal. Jika tidak mau maka ujungnya kita bawa ke Pidana,” terang menteri asal Kalsel ini.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah Provinsi Kaltim yng memiliki lahan hutan terbesar dengan melakukan upaya penanaman 1 juta pohon selama tiga bulan. Apalagi ada kebijakan satu orang menanam lima pohon.
Jenis pohon yang dinilai baik untuk mengurangi efek emisi karbon adalah tanaman trumbusi yang dapat menyerap sebanyak 28 ton emisi gas karbon.(ton)
Sumber : http://news.okezone.com/read/2010/03/27/337/316656/setahun-1-1-juta-hektare-hutan-di-indonesia-rusak
Masyarakat Dunia Harus Perhatikan Penjaga Hutan
BANDA ACEH - Sebanyak 14 perwakilan Pemerintah Provinsi dari negara yang tergabung dalam forum Governors’ Climate and Forest (GCF) bertekad memperjuangkan hak masyarakat lokal atas hutan.
Mereka akan merumuskan kebijakan itu dalam pertemuan forum Gubernur untuk membahas perubahan iklim dan pelestarian hutan atau GCF Taskforce Meeting 2010, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, 18 hingga 22 Mei 2010.
Hal itu diungkap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang juga seorang penggagas GCF kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (17/5/2010).
"Beberapa masalah penting yang akan dirumuskan dalam pertemuan itu adalah memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal atas hutan untuk diakui secara nasional dan dunia internasional dalam mengurangi risiko pemanasan global," ujarnya.
Mayoritas Provinsi anggota GCF memiliki wilayah hutan yang luas, seperti Aceh, Papua, Kalimantan (Indonesia) dan Brazil termasuk negara bagian di Amerika Serikat.
"Konservasi hutan dan negara yang menjaga hutan harus mendapat penghargaan dan perhatian serius dari masyarakat dunia," ujar Irwandi.
Para wakil Pemerintah anggota GCF akan membuka kerjasama dengan masyarakat international dalam pelestarian hutan dan mengurangi risiko pemanasan global.
Irwandi mengatakan Pemerintah Aceh telah berkomitmen untuk menjaga hutan sebagai bagian dari penyelamatan lingkungan. Pihaknya telah memberlakukan Moratorium Logging (jeda tebang pohon) sejak Juni 2007 lalu.
Pemerintah Aceh meminta dunia peduli dengan hutan di Aceh yang telah menyuplai karbon-karbon ke sejumlah belahan dunia.
"Forum ini telah menjadi kesempatan bagi saya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Aceh terhadap hutannya di tingkat internasional. Termasuk mengembalikan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam kepada masyarakat local," ujar Irwandi.
Menurutnya, forum GCF yang ke tiga ini juga penting buat Aceh yang sedang menjalankan program Aceh Green, sebagai upaya untuk membuka kerja sama Aceh dengan masyarakat nasional dan internasional.
Wakil dari Pemerintah negara bagian California, Amerika Serikat, Anthony Brunello menyebutkan berbagai corak partisipasi masyarakat lokal di negara-negara anggota GCF nantinya akan dirumuskan bagaimana standar dan kriteria yang baik untuk memberi manfaat bagi mereka. (srn)
Sumber: http://techno.okezone.com/read/2010/05/17/56/333539/masyarakat-dunia-harus-perhatikan-penjaga-hutan
Jumat, 28 Mei 2010
laporan dan makalah
langsung download :
download istilah ekologi
download analisis vegetasi hutan alam
download dampak pembukaan hutan
download inventarisasi
download istilah ekologi
download analisis vegetasi hutan alam
download dampak pembukaan hutan
download inventarisasi
ntar lg tmbah
"SALAM RIMBA"
Jumat, 19 Februari 2010
TAMAN NASIONAL LORE LINDU
Taman Nasional Lore Lindu memiliki berbagai tipe ekosistem yaitu hutan pamah tropika, hutan pegunungan bawah, hutan pegunungan sampai hutan dengan komposisi jenis yang berbeda.
Tumbuhan yang dapat dijumpai di hutan pamah tropika dan pegunungan bawah antara lain Eucalyptus deglupta, Pterospermum celebicum, Cananga odorata, Gnetum gnemon, Castanopsis argentea, Agathis philippinensis, Philoclados hypophyllus, tumbuhan obat, dan rotan.
Hutan sub-alpin di taman nasional ini berada diatas ketinggian 2.000 meter dpl. Keadaan hutannya sering diselimuti kabut, dan sebagian besar pohonnya kerdil-kerdil yang ditumbuhi lumut.
Di dalam kawasan taman nasional terdapat berbagai ragam satwa yaitu 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 jenis reptilia, dan 19 jenis amfibia. Lebih dari 50 persen satwa yang terdapat di kawasan ini merupakan endemik Sulawesi diantaranya kera tonkean (Macaca tonkeana tonkeana), babi rusa (Babyrousa babyrussa celebensis), tangkasi (Tarsius diannae dan T. pumilus), kuskus (Ailurops ursinus furvus dan Strigocuscus celebensis callenfelsi), maleo (Macrocephalon maleo), katak Sulawesi (Bufo celebensis), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), tikus Sulawesi (Rattus celebensis), kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus), ular emas (Elaphe erythrura), dan ikan endemik yang berada di Danau Lindu (Xenopoecilus sarasinorum).
Disamping kekayaan dan keunikan sumberdaya alam hayati, taman nasional ini juga memiliki kumpulan batuan megalitik yang bagus dan merupakan salah satu monumen megalitik terbaik di Indonesia.Taman Nasional Lore Lindu mendapat dukungan bantuan teknis internasional, dengan ditetapkannya sebagai Cagar Biosfir oleh UNESCO pada tahun 1977.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Lembah Besoa. Melihat habitat maleo, megalit dan rekreasi.
Danau Lindu, Gimpu, Wuasa, Bada. Danau, bersampan dan pengamatan satwa burung.
Lembah Saluki, Lembah Bada, Lembah Napu. Melihat berbagai batu megalit.
Gunung Nokilalaki, Gunung Rorekatimbo, Sungai Lariang. Pendakian dan berkemah serta arung jeram.
Danau Lewuto. Danau dan melihat peninggalan mayat Moradino.
Dongi-dongi, Kamarora. Berkemah, air panas, lintas hutan, pengamatan satwa.
Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Festival Danau Poso pada bulan Agustus.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Dapat dicapai dengan kendaraan roda empat: Palu-Kamarora (50 km) dengan waktu tempuh 2,5 jam, Palu-Wuasa (100 km) lima jam dan Wuasa-Besoa (50 km) empat jam. Palu- Kulawi (80 km) enam jam. Perjalanan di dalam kawasan dapat dilakukan dengan jalan kaki ataupun dengan naik kuda dengan route : Gimpu-Besoa-Bada selama tiga hari dan Saluki (Sidaonta) – Danau Lindu selama satu hari.
keunikan hutan mangrove
Vegetasi hutan manggrove di Indonesia berkembang sangat baik dan memiliki kekayaan spesies yang tinggi. Jumlah jenis tumbuhan dihutan mnggrove yang telah tercatat mencapai 202 spesies, terdiri atas 89 spesies pohon, 5 Palem, 19 Liana, 44 Herba Tanah, 44 Epifit dan 1 Sikos (Giesen CED, IN prep).namun demikian hanya 47 yang benar-benar spesifik tumbuhan hutan mangrove (Istianto Dwi Martoyo Balai Konservasi Sumber Daya alami bali) disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Hutan Manggrove Lestari, Pusat informasi Manggrove, Denpasar 3-13 juni 2003 diadakan oleh JICA (japan International Cooperation Agency).
Jenis-jenis Rhizopora, Sonneratia, dan Lumnitzera mauun mengatasi kadar garam yang tinggi dengan Akarnya dapat menyaring NACL dari air seperti:
Jenis-jenis Rhizopora, Sonneratia, dan Lumnitzera mauun mengatasi kadar garam yang tinggi dengan Akarnya dapat menyaring NACL dari air seperti:
- Memiliki sel-sel khusus didalam daun yang berfungsi menyimpan garamdan ini kemudian digugurkan.
- Memiliki sel penyimpan air, tumbuhan mengambil air pada saat pasokan air tawar cukup banyak, kemudian menyimpannya pada sel-sel tersebut. Air simpanan ini dipergunakan untuk menencerkan cairan sel yang kadar garamnya lebih tinggi.
- Bersifat sukarelatis, yaitu berdaun tebal dan banyak mengandung air.
- Daunnya mempunyai Struktur Stomata khusus untuk mengurangi penguapan.
- Adaptasi terhadap kadar oksigen yang rendah dalam tanah.
Langganan:
Postingan (Atom)








